Minggu, 17 April 2011

Kuliah Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Penerbangan



Setelah sekian lama tertunda sejak bulan Januari 2011 dengan berbagai kendala - kendala yang ada, akhirnya jurusan TP telah menetapkan kuliah umum dilaksanakan Minggu ini pada hari Kamis, 21 April 2011, lihat detailnya nih.

Yuk kawan - kawan TP, dateng yaaaa!!! Cuman sekali setahun loh... Rugi ga dateng, Gratisss!!!
Jangan lupa daftarnya di depan Halim 7...

Kamis, 24 Maret 2011

Ketentuan Pemakaian Baju Korsa


Pengumuman

Himpunan mahasiswa jurusan Teknik Penerbangan telah menetapkan bahwa :

  • Hari Senin & Kamis di jadikan sebagai hari korsa
  • Maka pada hari tersebut, seluruh mahasiswa TP diharapkan memakai baju korsa.
  • Dimulai pada tangal 28 maret 2011.

Terima kasih

Salam HMJ TP

Mari kita tunjukan persatuan HMJ TP, Korsa kita[^^]

Harap segera menyerahkan foto copy sertifikat prestasi kepada LITBANG HMJ TP

Pengumuman

Demi kepentingan akreditasi jurusan teknik penerbangan STTA, maka diberitahukan kepada seluruh mahasiswa TP yang memiliki sertifikat prestasi dibidang apapun, baik tingkat provinsi, nasional maupun internasional ( prestasi tersebut mewakili STTA ) harap segera menyerahkan foto copy sertifikat kepada LITBANG HMJ TP.

Salam penerbangan….

Terima kasih

CP

Barly : 085664067369

Hasbullah : 085868686831

Tezar :085277953540




“RANCANGAN WEARPARCK “ HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN TEKNIK PENERBANGAN

Hmj Teknik Penerbangan telah membuat desain WEARPACK untuk kegiatan KP
Tujuan pembuatan wearpack himpunan mahasiswa teknik penerbangan adalah:
  1. Menciptakan keseragaman wearpack jurusan teknik penerbangan
  2. Untuk menghadapi praktikum dan kerja praktek serta kegiatan yang lain yang bersifat maintenance
  3. Memperkuat rasa persatuan dan kesatuan


Mengetahui
Ketua Jurusan TP

Ir.Djarot Wahyu S,MT



Adapun desain-nya sebagai berikut :

RANCANGAN WEARPACK SE TEKNIK PENERBANGAN


Minggu, 06 Maret 2011

Roda Pendarat Batavia Air Pecah, Bandara Juanda Ditutup Sementara

Pesawat Batavia Air rute Jakarta-Surabaya, Sabtu (05/03) malam sekitar pukul 22.27 WIB mengalami pecah roda pendaratan bagian kanan saat mendarat di Bandara Juanda. Kondisi ini menyebabkan beberapa pesawat lainnya tidak bisa mendarat di bandara itu.

TRIKORA HARJO General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Juanda pada Suara Surabaya mengatakan kejadian pesawat Batavia Air nomor penerbangan 875 rute Jakarta-Surabaya, roda pendaratan bagian kanan pecah waktu mendarat dan sempat berhenti di tengah landasan.

Apa penyebab pecahnya roda pendarat pesawat itu, mantan Komandan Lanudal Juanda ini mengaku belum bisa menyimpulkannya. "Kita masih selidiki. Pilotnya masih kita mintai keterangan," kata dia.

Apakah insiden ini ada kaitannya dengan mengelupasnya aspal landas pacu Juanda beberapa hari lalu, TRIKORA membantahnya. Ditegaskannya tidak ada korban dalam peristiwa ini, penumpang langsung diarahkan ke terminal. Petugas juga berhasil menarik pesawat ke luar landasan.

"Bandara Juanda ditutup sementara karena petugas masih membersihkan landasan. Diperkirakan pukul 01.00 WIB ini akan dibuka lagi," kata dia. Kondisi ini menyebabkan beberapa pesawat terbang tidak bisa mendarat di Bandara Juanda, antara lain China Airlines dari Singapura, Air Asia dari Kuala Lumpur dialihkan ke bandara Sukarno-Hatta. Sedangkan Lion Air dari Jakarta kembali lagi ke Jakarta dan Air Fast dari Jakarta dialihkan ke Makassar.

Beberapa pendengar Suara Surabaya melaporkan tidak bisa menjemput saudaranya diantaranya Ny. LESTI yang mau menjemput suaminya dari Singapura naik China Airlines. "Suami saya berangkat pukul 21.00 waktu Singapura, harusnya sampai di Surabaya jam 23.00 WIB. Ternyata pesawat tertahan di bandara Sukarno Hatta," kata dia.

Demikian juga yang dialami MULYADI seorang penjemput lainnya yang menunggu Pesawat Lion Air yang ditumpangi anaknya, ternyata balik lagi ke Jakarta sekitar pukul 23.00 WIB tadi.

source

Senin, 14 Februari 2011

Buat apa sih "winglet"???

Sudah umum diketahui bahwa udara di sekitar kita mengandung tekanan. Sudah biasa pula diamati adanya pergerakan udara yang

kita sebut angin. Tetapi barangkali muncul keingin-tahuan, adakah hubungan antara tekanan dan kecepatan udara ? Lalu adakah juga kaitannya dengan pesawat terbang ?


Profil

Pada tahun 1738 Daniel Bernoulli seorang ahli matematika menuliskan hubungan antara tekanan dan kecepatan gas atau cairan, yang kemudian dikenal sebagai prinsip Bernoulli. Menurut rumusnya secara disederhanakan, tekanan pada suatu aliran gas ditambah kuadrat kecepatan harus tetap besa

rnya.

Artinya jika kecepatan aliran meningkat, tekanannya pasti surut. Udara yang diam (kecepatannya nol) akan bertekanan lebih besar ketimbang udara yang bergerak cepat.

Pada pesawat terbang, penampang sayap mempunyai profil khusus yaitu cembung di atas, agak datar di bawah (lihat gambar). Ketika pesawat bergerak melaju, udara dibelah oleh sayap sehingga lewat di atas dan di bawah sayap, lalu menyatu kembali seperti udara semula. Tetapi karena permukaan atas berbentu

k cembung, lebih panjang lintasan yang harus ditempuh udara. Artinya relatif terhadap pesawat terbang, yang lewat di atas sayap itu lebih cepat dari pada yang menyusur di bawah.

Jelas dari prinsip Bernoulli bahwa di atas sayap, tekanan udara lebih rendah ketimbang di bawah sayap. Inilah yang menghasilkan gaya angkat yang memungkinkan pesawat melayang tidak jatuh. Jadi burung terbang karena mengepakkan sayap, pesawat bisa melayang karena profil sayapnya.

Turbulensi

Sekarang ada masalah. Di dekat badan pesawat terbang, sayap masih lebar, memisahkan dengan baik udara atas dan udara bawah. Tetapi makin ke ujung, ukuran sayap menyempit. Bahkan tepat pada ujung sayap, habislah pembatas antara udar

a atas yang bertekanan rendah dan udara bawah yang tekanannya lebih tinggi.

Langsung saja yang bertekanan lebih tinggi menyerbu masuk ke daerah tekanan rendah. Tidak ada saluran, sehingga udara menyerobot tidak teratur, menghasilkan gerak-gerak dan putaran yang liar. Terjadilah turbulensi atau pusaran udara di ujung sayap.

Gerak-gerak berputar pada turbulensi tentu butuh energi. Dari mana diambil ? Satu-satunya sumber adalah gerak maju sayap. Maka terkuraslah energi pesawat terbang secara sia-sia. Sebenarnya tidak banyak, tetapi buat penerbangan jarak jauh akan berarti juga kerugiannya.

Dasar manusia cerdik, ditemukanlah solusi. Sederhana saja. Pada ujung sayap dipasang sirip kecil yang tegak dan disebut winglet, kadang-kadang merupakan bagian sayap yang ditekuk ke atas (lihat foto), seperti dapat dilihat pada banyak pesawat penumpang. Oleh winglet, tekanan lebih tinggi tetap dipisahkan dari tekanan yang rendah, dilarang untuk menyerbu. Aman jadinya, tidak timbul turbulensi.

Ini sangat menguntungkan terutama untuk penerbangan jauh. Di samping karena kemajuan mesin, adanya winglet memungkinkan perjalanan tanpa banyak persinggahan untuk pengisian bahan bakar. Penghematan energi yang dewasa ini susah payah dicari pun tercapai. Siapa bilang solusi teknologi selalu membutuhkan bentuk yang rumit ? ***